0wo71p5M3MBGMPs3gA9-3U_3V9k Naksir Guru | http://syahrial-siregar.blogspot.com/

Rabu, 02 Mei 2012

Naksir Guru

 Bismillah…

“Pak, minta nomor HP-nya dunks.”, pinta Sandra(bukan nama sebenarnya-red), seorang siswi kelas 8, dengan manjanya pada sang guru baru itu. Sang guru pun, yang notabene masih bujang itu, mengetikkan nomornya di HP sang siswi.

Hari-hari pun berlanjut. Dan selama itu pula lah nomor sang siswi sering sekali terlaporkan melakukan misscall di layar HP sang guru baru. Nih anak, kenapa pula? Tanya sang guru dalam hati. Yang di kemudian hari diketahui, di phonebook Sandra, identitas sang guru diberi nama “Yayank”. Nah loh? :) hingga tiba di sebulan berselang, ibu sang siswi secara khusus minta sang guru itu untuk bicara secara pribadi. Kenapa? Karena sang ibu sering sekali membaca buku harian Sandra, dan tema diary-nya tiada lain berisi curahan perasaan Sandra pada sang guru itu. “I love u, Pak. Rindu deh, senyum Bapak itu loch..” Heuheu… :) Ajib dah… Jadi penasaran, kayak apa sih tampang sang guru baru itu? Halah.. kagak penting!! Yang penting mah, Sandra emang cantik. Nah loh? Maksudnya ke mane, neh? Heuheu…

Pernah mengalami hal seperti di atas? Heuheu… Naksir, jatuh cinta, suka sama guru bukan menjadi hal yang baru dalam kehidupan per sekolahan. Ketika saya SMA dulu, ada seorang guru cantik yang jadi ‘idola’ para murid laki-laki. Padahal tuh guru sudah menikah dalam hitungan bulan ke belakang. Bahkan saya sempat tak percaya juga ketika seorang teman melayangkan sepucuk surat bersampulkan merah jambu dan wangi pula. Halah.. “Walau pun ibu sudah menikah, izinkan saya untuk sekedar menjadi penggemar setia ibu.”, itulah penggalan surat yang sempat terbaca. Hiddih? Ampun dah.. Untung aja kagak dilaporin ke BP dengan dalih terindikasi percobaan perselingkuhan. Dan sangat sering sekali saya nimbrung di ajang ngerumpinya para cewek-cewek ketika SMP dan SMA, dan temanya adalah “Guru Ganteng”. Ckckckckck… Mereka rupanya belum sadar, bahwa teman mereka yang suka ikut nimbrung(bisa dibaca pula: nguping) itu, kegantengannya bukan sekedar sudah lulus SNI, tapi sudah lulus ISO kelayakan tampang tingkat internasional. Haaahahahah… :p Cuma karena khawatir terlalu terkenal saja, sang penguping itu tak mendaftarkan diri dalam ajang pemilihan Mister World. Heuheu… Pret...

Yah yah yah… Masa-masa puber memang masa yang sangat indah. Ketika itulah, hadirnya hormon pertumbuhan menyebabkan perubahan secara fisik maupun emosi secara drastis, bahkan mengejutkan. Usia ketika ketertarikan terhadap lawan jenis(kalau normal, kalau tak normal ya, sasarannya sesama jenis. hiddih…) mulai mengada. Dandan pun mulai menjadi rutinitas wajib sebelum ‘terbit’ ke dunia luar. Salah tingkah ketika bertemu dengan si dia menjadi sebuah sensasi rasa yang tak kan pernah terlupakan. Terpatri hingga kemudian kan menjadi bagian indah di lembar kisah kenangan masa lampau, masa sekolah. Debar rasa memompa darah lebih cepat, membuat wajah pun merah merona. Heuheu… :) Pengalaman pribadi ni yeee.. hahaaaa… :)

Fenomena ini, tentunya memerlukan penyikapan yang cukup. Dan untuk itu, diperlukan sebuah pemahaman yang baik juga terhadap fenomena ini. Sebatas yang saya tahu, satu hal penting yang mesti disadari dari semua ini. Rasa cinta yang dialami murid terhadap gurunya ini biasanya bersifat sementara. Tak lama. Jadi jangan sampai sang guru ge-er-nya kelamaan dan sang orang tua khawatir berlebihan. Heuheu… Dan biasanya rasa ini muncul di remaja karena kebutuhan sang remaja pada sosok dewasa yang tak didapatinya dari lingkungan terdekat(terutama keluarga). Makanya, ketika didapati fenomena ini ada di seorang anak, orang tua mesti lebih melakukan introspeksi diri. Sudahkah orang tua menjadi sosok dewasa yang dibutuhkan sang anak? Jangan malah dimarahi yang malah akan semakin menambah runyam urusan. Heuheu.. soknyadirikudotcom. :)

*****

sumber:http://tantodikdik.multiply.com

0 komentar:

Poskan Komentar

di harapkan komentar para pembaca....

syahrial_siregar@yahoo.co.id. Diberdayakan oleh Blogger.

http:syahrialsiregar.blogspot.com/

http://syahrialdankeluarga.blogspot.com/

syahrial

siregar