0wo71p5M3MBGMPs3gA9-3U_3V9k Subhanalloh! Zikir Polisi Luluhkan Emosi Pendemo | http://syahrial-siregar.blogspot.com/

Rabu, 02 Mei 2012

Subhanalloh! Zikir Polisi Luluhkan Emosi Pendemo


Demo Tolak Kenaikan BBM
Subhanalloh! Zikir Polisi Luluhkan Emosi Pendemo
 
Dibaca : 2134 kali     Komentar: 0
Bandung, Wartakotalive.com
Ada yang menarik di tengah panasnya demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/3/2012). Kalau di Jakarta demonstran bentrok dengan polisi, di Bandung para pendemo dengan polisi malah bersalaman.
Awalnya para pendemo berhadapan dengan polisi. Mereka bahkan berupaya memancing emosi aparat keamanan itu dengan mengucapkan kata-kata seperti, "Polisi penghianat bangsa!", "Polisi pelindung kapitalis!", dan sejenisnya.
Saat kedua kubu sama-sama dalam kondisi emosional—ditambah kepanasan dan disergap rasa lapar—muncul Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Abdul Rahman Baso. Dia meminta semua anggotanya yang berjumlah 1.500-an orang agar tenang.
Abdul Rahman kemudian meminta aparat gabungan dari Dalmas Polda Jabar, Dalmas Polrestabes Bandung, Satbrimobda Jabar, dan polisi wanita (polwan) itu duduk bersila. Dia kemudian memimpin lebih dari 1.000 polisi itu melantunkan zikir.
Alhasil, di dalam area Gedung Sate—gedung Pemerintah Provinsi Jabar—yang dibatasi pagar pembatas dengan pihak demonstran itu seluruh aparat kepolisian bersama-sama melantunkan zikir, "La ilaha illallah... La ilaha illallah..."
"Pada dasarnya kita ini sama-sama hamba Allah, jadi kita semua mencoba bersimpuh di hadapan-Nya dengan melakukan zikir," kata Kombes Abdul Rahman.
Dia melanjutkan, "Kami tahu siapa yang ada di hadapan kami, sehingga tidak mungkin kami menyerang adik kami, rekan kami, dan saudara kami sendiri."
Lantunan zikir terus bergema. Para pendemo pun terdiam. Mereka yang semula emosi memilih duduk.
Seusai zikir selama 15 menit itu, pedemo yang sedari tadi duduk pun beranjak dan memunguti sampah-sampah yang berserakan di sekitar lokasi unjuk rasa. Aksi pedemo ini dibalas tepuk tangan para polisi yang mengamankan demonstrasi.
Abdul Rahman pun bersyukur. "Ini (zikir) bukan SOP (standard operating procedure—Red). Kami sebagai petugas tetap bekerja diimbangi dengan doa. Kami bekerja dengan hati yang tenang dan lembut. Bukan bekerja mengamankan demo dengan menggunakan otot," katanya.
Sekitar pukul 16.00 para demonstran pun bubar. Sementara arus lalu lintas di Jalan Diponegoro, jalan utama di depan Gedung Sate, kembali normal. Bahkan, seusai demonstrasi, para pedemo langsung bersalaman dengan seratusan aparat kepolisian.
Nasi racun
Di Jakarta, 1.200 nasi bungkus sumbangan dari sebuah yayasan nyaris membuat pasukan Polri yang bertugas di kompleks gedung DPR tertimpa bencana, yakni keracunan. Pasalnya, setelah diteliti nasi sumbangan itu ternyata mengandung nitrit.
"Ini diketahui setelah tim dokter meneliti nasi bungkus itu. Selain basi, nasi itu juga mengandung nitrit, beracun," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rudi Herdi Sampurno.
Sesuai prosedur, setiap kali ada sumbangan makanan, tim dokter kepolisian lebih dulu memeriksanya.
Menurut Rudi, nasi bungkus itu belum sempat dimakan, sehingga tidak ada polisi yang jadi korban.
Lalu, apakah efek nitrit yang terkandung dalam makanan itu mematikan? "Tidak. Nitrit itu merupakan bahan kimia yang bisa membuat efek sakit perut," ujar Rudi. (Ant/tat)

sumber:http://www.wartakotalive.com/

0 komentar:

Poskan Komentar

di harapkan komentar para pembaca....

syahrial_siregar@yahoo.co.id. Diberdayakan oleh Blogger.

http:syahrialsiregar.blogspot.com/

http://syahrialdankeluarga.blogspot.com/

syahrial

siregar